artinya:
satu batu bata, demi satu bata
kesuksesan perlu kerja keras.
bagaimana kita menghandle tantangan menjadi kesempatan juga penting
dalam membangun rumah, satu per satu diletakkan..mulai dari pondasi, dinding, atap, plafon, dll.
berbagi hidup dengan teman-teman adalah dekorasi yg dapat kita bubuhkan pada rumah kita.
Sementara kita bergiat membangun, satu bata demi satu bata, ingatlah untuk berbagi suka, kebahagiaan, tolong menolong, sehingga rumah kita tidak hanya dinding kosong, tapi dipenuhi dekorasi2 berwarna-warni.
Tengoklah ke luar jendela rumah kita.
dan akhiri hari ini dengan syukur.
agar besok bangun dengan sukacita.
Friday, July 30, 2010
Thursday, July 29, 2010
Mulutmu Harimaumu
Semakin tinggi posisi kita, semakin besar pula harimau kita.
Tentu harimau bukan berkonotasi negatif saja.
Harimau dapat menjadi sumber daya kita membangun sesuatu yang besar
atau
merusak dengan hebat.
Tepatlah kata pepatah:
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Buah dalam hal ini, bisa berupa buah yg enak dimakan, atau buah yg beracun.
Semua kembali kepada bagaimana kita mendayagunakan lidah kita.
Tentu harimau bukan berkonotasi negatif saja.
Harimau dapat menjadi sumber daya kita membangun sesuatu yang besar
atau
merusak dengan hebat.
Tepatlah kata pepatah:
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Buah dalam hal ini, bisa berupa buah yg enak dimakan, atau buah yg beracun.
Semua kembali kepada bagaimana kita mendayagunakan lidah kita.
Mentari menyala di sini
Ditengah-tengah kepenatan kerja,
bukankah masih banyak yang bisa kita syukuri
bike to work
sarapan susu kedele dan bakpao
tinggal melayangkan mata, mata terlihat gunung nan hijao
suasana kota yg mirip Bandung...melayangkan mata, dan terlihat hamparan Gunung Tangkuban Perahu...
masa-masa itu penuh kenangan..
masa-masa itu juga penuh rutinitas, tugas2 kuliah, proyek SBIH.
masa-masa penuh perjuangan, puasa karena gaji belom turun...
banyak saat, momen-momen tercipta dari kesempatan-kesempatan sederhana..
papasan di pinggir jalan, obrolan di angkot, tongkrongan di perpus...
bukankah itu sebuah cerminan..
bahwa masa kini haruslah kita jalani dengan penuh rasa syukur dan sukacita.
karena suatu saat, kita akan merindukan saat ini.
bangunlah besok, dengan menanamkan pada pemikiran.
kita tidak selamanya di sini. kita akan rindukan hari ini.
mari berikan yang terbaik hari ini...
karena waktu tak pernah terulang.
bukankah masih banyak yang bisa kita syukuri
bike to work
sarapan susu kedele dan bakpao
tinggal melayangkan mata, mata terlihat gunung nan hijao
suasana kota yg mirip Bandung...melayangkan mata, dan terlihat hamparan Gunung Tangkuban Perahu...
masa-masa itu penuh kenangan..
masa-masa itu juga penuh rutinitas, tugas2 kuliah, proyek SBIH.
masa-masa penuh perjuangan, puasa karena gaji belom turun...
banyak saat, momen-momen tercipta dari kesempatan-kesempatan sederhana..
papasan di pinggir jalan, obrolan di angkot, tongkrongan di perpus...
bukankah itu sebuah cerminan..
bahwa masa kini haruslah kita jalani dengan penuh rasa syukur dan sukacita.
karena suatu saat, kita akan merindukan saat ini.
bangunlah besok, dengan menanamkan pada pemikiran.
kita tidak selamanya di sini. kita akan rindukan hari ini.
mari berikan yang terbaik hari ini...
karena waktu tak pernah terulang.
Wednesday, July 28, 2010
membina pola pikir sehat
pola pikir, secara alami..cenderung mengarah pada ketidakbaikan.
untuk itu kita perlu belajar. membangun dasar yang kuat bagi pemikiran kita.
sejauh apa kita melangkah esok, ditentukan bagaimana kita membina pola pikir hari ini.
bersyukur di tengah masalah. berusaha mencari hal-hal baru yg bisa dipelajari dan disempurnakan, melalui kerja rutin kita sehari-hari. bertukar pikiran dengan para inspirator, para sederhana yang mampu menghayati hidup dalam keaktifan berpikir yang arif.
pastikan bahwa waktu yg kita lewati, tidak berlalu dengan percuma.
Pastikna menit ini lebih baik dari menit sebelumnya.
Think and Thank
untuk itu kita perlu belajar. membangun dasar yang kuat bagi pemikiran kita.
sejauh apa kita melangkah esok, ditentukan bagaimana kita membina pola pikir hari ini.
bersyukur di tengah masalah. berusaha mencari hal-hal baru yg bisa dipelajari dan disempurnakan, melalui kerja rutin kita sehari-hari. bertukar pikiran dengan para inspirator, para sederhana yang mampu menghayati hidup dalam keaktifan berpikir yang arif.
pastikan bahwa waktu yg kita lewati, tidak berlalu dengan percuma.
Pastikna menit ini lebih baik dari menit sebelumnya.
Think and Thank
meniti kekinian
kini ada 2 kerjaan di tangan:
desain pelacak kendaraan.
Project Management Course.
Tahun ini lagi pengen belajar invest habis-habisan untuk membangun daya pikir, daya cipta dan daya saing.
desain pelacak kendaraan.
Project Management Course.
Tahun ini lagi pengen belajar invest habis-habisan untuk membangun daya pikir, daya cipta dan daya saing.
Friday, July 23, 2010
perang Logistik
Q3 telah menjadi titik bounce-back industri manufaktur dunia.
di Taiwan, hal ini terasa sekali.
Ombak pasang ini juga disertai efek banjir. Banjir nya demand atas komponen2 elektronik (IC, passive components, memory, dll) telah membuat para pelaku industri pusing tujuh keliling.
Kemarin salah satu vendor mengirimkan IC Accelerometer (yg dipakai di kamera, I-phone untuk membuat orientasi layar mengikuti orientasi devais dipegang oleh user).
2000 biji IC.
Tak berapa lama setelah barang diterima, Sales dari vendor tersebut, ngos-ngosan muncul di kantor. Langsung merebut bingkisan IC di atas meja. "maaf, ini salah kirim."
yg lucu adalah gayanya yg sangat protektif, mengapit bingkisan itu, seolah2 takut dicopet. Perusahaan sy memang sebelumnya sudah order jg, tapi belum memperoleh deadline delivery nya..
lesunya Q1 dan Q2 kemarin, dan tingginya nilai tukar Euro, telah memicu banyak industri komponen untuk mengurangi volume produksi. Prinsipnya sederhana, simpan sebanyak mungkin aset cair (uang), jangan mengkonversi jadi barang mati (alias komponen2 yg distok di gudang).
Ketika demand tiba-tiba merangkak naik, pabrik2 semikonduktor ini kelabakan memenuhi kuota customers. Tampaknya inipun akan berlangsung sampai Q4 tahun ini.
Menarik sekali melihat dinamika terjadinya perang logistik di dunia industri elektronik.
di Taiwan, hal ini terasa sekali.
Ombak pasang ini juga disertai efek banjir. Banjir nya demand atas komponen2 elektronik (IC, passive components, memory, dll) telah membuat para pelaku industri pusing tujuh keliling.
Kemarin salah satu vendor mengirimkan IC Accelerometer (yg dipakai di kamera, I-phone untuk membuat orientasi layar mengikuti orientasi devais dipegang oleh user).
2000 biji IC.
Tak berapa lama setelah barang diterima, Sales dari vendor tersebut, ngos-ngosan muncul di kantor. Langsung merebut bingkisan IC di atas meja. "maaf, ini salah kirim."
yg lucu adalah gayanya yg sangat protektif, mengapit bingkisan itu, seolah2 takut dicopet. Perusahaan sy memang sebelumnya sudah order jg, tapi belum memperoleh deadline delivery nya..
lesunya Q1 dan Q2 kemarin, dan tingginya nilai tukar Euro, telah memicu banyak industri komponen untuk mengurangi volume produksi. Prinsipnya sederhana, simpan sebanyak mungkin aset cair (uang), jangan mengkonversi jadi barang mati (alias komponen2 yg distok di gudang).
Ketika demand tiba-tiba merangkak naik, pabrik2 semikonduktor ini kelabakan memenuhi kuota customers. Tampaknya inipun akan berlangsung sampai Q4 tahun ini.
Menarik sekali melihat dinamika terjadinya perang logistik di dunia industri elektronik.
Sekolah dan Kerja
mengapa banyak industri kecil hi-tech di Taiwan.
jawabannya terletak pada semangat kolaborasi, dan saling belajar.
mengamati perusahaan tempat saya bekerja, jika ada teknologi yg tidak dikuasai, one phone call can settled it.
pusat riset baik berupa institusi pemerintah maupun akademik, ringan tangan dalam membantu industri-industri kecil merealisasikan ide mereka.
rendahnya KKN, jg sangat menentukan. Karena pusat2 riset berbangga jika bisa mmbantu perusahaan kecil bertransformasi menjadi perusahaan skala international.
gengsi dan honor bukan yang utama.
sementara banyak di nusantara, baru terima projek, gosip dan pamornya sudah kemana2..belum kelihatan hasilnya, honor buat lembaga riset sudah bikin si empunya industri empot2an. belum lagi honor ini dipotong biaya KKN dll, sampai ke para peneliti yg benar2 do the work, sudah jadi cicilan saja.
Namun demikian, harapan sangatlah besar. Saya mengenal beberapa pimpinan riset dan peneliti yang benar-benar berdedikasi. Mereka lah pilar bangsa ini untuk memerdekakan diri dari ketergantungan dan konsumerisme teknologi tetangga.
sy sendiri berencana mengunjungi dosen pembimbing saya, dan medonasikan seperangkat modul untuk keperluan tugas akhir mahasiswa. Beliau adalah teladan saya dalam dunia akademik dan riset. Sy harap bisa berkesempatan mewujudkan mimpi kecil ini.
untuk Tuhan, bangsa dan almamater
jawabannya terletak pada semangat kolaborasi, dan saling belajar.
mengamati perusahaan tempat saya bekerja, jika ada teknologi yg tidak dikuasai, one phone call can settled it.
pusat riset baik berupa institusi pemerintah maupun akademik, ringan tangan dalam membantu industri-industri kecil merealisasikan ide mereka.
rendahnya KKN, jg sangat menentukan. Karena pusat2 riset berbangga jika bisa mmbantu perusahaan kecil bertransformasi menjadi perusahaan skala international.
gengsi dan honor bukan yang utama.
sementara banyak di nusantara, baru terima projek, gosip dan pamornya sudah kemana2..belum kelihatan hasilnya, honor buat lembaga riset sudah bikin si empunya industri empot2an. belum lagi honor ini dipotong biaya KKN dll, sampai ke para peneliti yg benar2 do the work, sudah jadi cicilan saja.
Namun demikian, harapan sangatlah besar. Saya mengenal beberapa pimpinan riset dan peneliti yang benar-benar berdedikasi. Mereka lah pilar bangsa ini untuk memerdekakan diri dari ketergantungan dan konsumerisme teknologi tetangga.
sy sendiri berencana mengunjungi dosen pembimbing saya, dan medonasikan seperangkat modul untuk keperluan tugas akhir mahasiswa. Beliau adalah teladan saya dalam dunia akademik dan riset. Sy harap bisa berkesempatan mewujudkan mimpi kecil ini.
untuk Tuhan, bangsa dan almamater
Subscribe to:
Posts (Atom)